Saturday, December 10, 2022

Masjid Agung Koln di Jerman Sudah Mulai Mengumandangkan Adzan

Masjid Agung di Kota Koln ini menjadi salah satu masjid terbesar di Jerman mengumandangkan adzan untuk pertama kalinya, Jumat (14/10/2022). Kebijakan ini merupakan sebagai bagian dari kesepakatan antara komunitas muslim di Jerman dan pemerintah kota.

Masjid Pusat Agung Koln adalah masjid pertama yang mengumandangkan azan untuk salat Jumat di kota itu. Pemerintah di kota terbesar keempat di Jerman itu tahun lalu telah memberikan peraturan bagi masjid-masjid untuk mengumandangkan azan selama maksimum lima menit antara siang hari dan pukul 15.00 pada setiap hari Jumat. Peraturan volume suara azan ditetapkan di setiap masjid sesuai dengan lokasinya.

Sebenarnya ini bukan kumandang azan pertama di Jerman, melainkan perkembangan di Koln pada Jumat, 14 Oktober 2022 itu menjadikan masjid itu berbeda. Masjid Pusat Koln mempunyai bangunan yang modern dengan dua menara tinggi, terletak di lokasi yang ramai di distrik Ehrenfeld sebelah barat pusat kota. Bangunan masjid menggunakan kaca besar dengan struktur beton yang dirancang membentuk kuncup bunga memiliki ruang yang mampu menampung hingga 1.200 orang.

Panggilan Adzan untuk pertama kali dikumandangkan di Jerman,JUmat(14/10/2022) oleh Muazin Mustafa Kader(AP Photo/Martin Meissner)

Masjid ini dikelola oleh Persatuan Islam Turki bidang Urusan Agama (DITIB) itu diresmikan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 2018. Dan selama ini, azan boleh terdengar di dalam gedung masjid.

Pada Rabu, 12 Oktober 2022 DITIB membuat kesepakatan untuk percobaan azan selama dua tahun dibuat dengan pemerintah kota Koln . Pemerintah kota telah menyatakan azan boleh dikumandangkan dengan pengeras suara dan terdengar sampai luar, walaupun volume suaranya dibatasi hanya 60 desibel untuk penduduk terdekat sekitar masjid. Masjid Agung menjadi pusat, sehingga sejumlah masjid di kota itu juga ikut mengambil bagian dalam kesepakatan ini.

Sekretaris Jenderal DITIB Abdurrahman Atasoy mengatakan kepada wartawan, Kamis, 13 Oktober 2022.“Kami sangat senang. Adzan yang keras adalah tanda bahwa umat Islam berada di rumah di sini,”

Wali Kota Koln, Henriette Reker, menyebutkan bahwa mengizinkan azan berkumandang adalah untuk menunjukkan keragaman harus dihargai di kota ini. Walaupun ada pembatasan volume yang dikenakan pada peraturan itu menunjukkan sensitivitas masalah itu. Pada saat pembangunan Masjid Pusat itu ditentang oleh kelompok sayap kanan, uskup agung Cologne saat itu, dan beberapa pihak lainnya pada akhir tahun 2000-an.

Jerman merupakan rumah bagi lebih dari 5 juta umat muslim atau sekitar 6% dari populasi. Kota Koln, yang terkenal dengan bangunan Katedral Dom yang menjulang, kini telah memiliki lebih dari 100 ribu penduduk muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles