Saturday, December 10, 2022

Australia Tidak Lagi Mengakui Yerusalem Barat Sebagai Ibu Kota Israel

Australia mendapatkan pujian dari Palestina berkat keputusannya yang tidak lagi mengakui atas Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, tentu saja keputusan ini mendapatkan kritikan tajam dari Israel.

Menteri Urusan Sipil Otoritas Palestina, Hussein al-Sheikh, lewat Twitter, Selasa, 18 Oktober 2022, mengatakan “Kami sangat menghargai keputusan Australia terkait Yerusalem dan ajakannya guna mencari solusi antara dua negara yang didasari legitimasi internasional,”

Penny Wong Menteri Luar Negeri Australia telah mengumumkan perubahan kebijakan pemerintah Australia tentang status Yerusalem yang seharusnya dilakukan pembicaraan damai antara Israel dan Palestina bukan dengan keputusan sepihak saja.

Menurut Penny Wong “Kami tidak akan pernah mendukung cara yang dapat merusak sebuah solusi antara dua negara,” ungkapnya, dan menekankan bahwa kedutaan Australia akan tetap ada di Tel Aviv.

Dilain pihak Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyebutkan bahwa perubahan keputusan oleh pemerintah Partai Buruh Australia itu adalah tindakan yang bodoh.

Lapin mengungkapkan pernyataan saat dikantonya “Yerusalem merupakan ibu kota Israel yang abadi dan berserikat mutlak dan tidak ada yang bisa mengubahnya”.

Pemerintahan konservatif Australia pada tahun 2018 yang dipimpin Scott Morrison menyepakati keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengesahkan Yerusalem Barat jadi ibu kota Israel. Keputusan ini mendapatkan reaksi keras di Australia dan mengakibatkan terjadinya gesekan dengan negara sebelah yaitu Indonesia yang dihuni dengan penduduk muslim paling banyak di dunia.

Dalam kejadian Perang Enam Hari di tahun 1967 Israel merebut Yerusalem Timur dan menguasainya, kejadian ini tidak dibenarkan oleh sebagian negara negara di dunia. Saat ini kota tersebut tidak bisa diklaim milik Israel mapun Palestina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles